Setelah kuingat kembali nama, foto, kenangan bersamamu, barulah aku sadar apa yang telah aku perbuat tadi. Seakan tak punya hati, aku mengabaikanmu. Maksudmu untuk say goodbye kepada teman-teman di sekolah, kita tak menganggap hal itu sangat penting. Hanya karena kita sedang tidak berkumpul, kita anggap hal ini begitu biasa. Aku tau niatmu yang sungguh terpuji itu. Aku tau, kau ingin kita bersama-sama saat belum tentu kita bisa bersama lagi. Tapi apa dayaku? Mungkin hanya karna kondisi lelah dan tidak sedang berkumpul, kita tidak bisa melakukan hal itu.
Baru saja tersirat difikiranku rasa sesal dan sangat bersalah kepadamu. Kenapa? Kenapa aku bisa setega ini? Pesanmu pun tak aku balas, walau hanya untuk mengucapkan kata maaf. Begitu bodohnya aku! Teman seperti apa aku ini? Aku tak menyangka hal ini akan terjadi. Dia berusaha menemaniku disaat aku kesepian. Tapi bagaimana balasanku padanya? Tak sekatapun aku ucapkan padanya. Apakah ini ciri kawan yang baik? BUKAN! Aku merasa sungguh menyesal, sungguh kecewa pada diriku sendiri. Kenapa tidak kufikirkan terlebih dahulu? Sungguh tak bisa dipercaya aku melakukan hal yang sekejam ini.
Yang jelas, ini sebuah kekhilafan yang sangat keji. Tapi aku benar-benar minta maaf dari lubuk hati yang terdalam. Aku tidak bermaksud melakukan itu. Tadi itu memang sebuah kesalahan yang tidak terbayangkan olehku. Aku benar-benar minta maaf, benar-benar masih selalu mengingatmu. Dengan kepergianmu ke kampung halaman dan kecil kemungkinan untuk kembali, teman-teman yang lain pasti sangat kehilanganmu. Tidak ada yang bisa dilatahi lagi, tidak ada yang bernyanyi-lagi, dan tidak ada sosok teman yang bisa diajak ngobrol serius maupun bercanda lagi. Dan aku yakin, teman-teman yang lain juga meminta maaf padamu. Begitu banyak kenangan yg takkan terlupakan. Kita berharap kau tidak akan melupakannya begitu saja. Kita berharap kau selalu ingat kepada, walaupun hanya nama.
Kini semua pasti berubah. Kini semua hanya tinggal kenangan dan hanya itu yang bisa mengingatkan kita tentangmu. Sampai jumpa dilain waktu jika Tuhan mengizinkan. Semoga kau senang disana dan bisa mendapat teman-teman yang sangat mengertimu
~Selamat tinggal Kawanku! Semoga kau menjadi lebih baik~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar